Dulu Bantu Warga Miskin, Kini Nurhan Hidup Memprihatinkan: FKPWK Ketuk Pintu Kepedulian Pemkot Banjarmasin
Baiman News, Banjarmasin – Ironi kehidupan dialami Nurhan, pria kelahiran 1960 yang kini menjalani hari-harinya dalam kondisi ekonomi yang sulit di tengah Kota Banjarmasin.
Tinggal di Komplek Sederhana, RT 21/RW 001, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Nurhan disebut menempati rumah yang sudah tidak layak huni dan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.
Kondisi tersebut menggugah kepedulian Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kerukunan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), Adv. H. Rachmad Fadillah, S.H.
Fadillah ternyata pernah menjadi teman satu angkatan Nurhan ketika bersekolah di SMP 2 Seroja Banjarmasin. Namun, ia menegaskan kepeduliannya terhadap Nurhan bukan semata-mata karena hubungan pertemanan.
Fadillah mengaku mengetahui kondisi Nurhan setelah memperoleh informasi disertai foto mengenai keadaan pria tersebut. Ia kemudian memilih melakukan pengecekan langsung ke lapangan sebelum memberikan bantuan.
“Setelah mengetahui informasi itu, saya cek dulu ke lapangan. Setelah dicek, ternyata benar keadaannya seperti yang diinformasikan,” ujar Fadillah saat ditemui di salah satu gerai minimarket di Banjarmasin, Selasa (1/9/2016) siang.
Setelah memastikan kondisi tersebut, FKPWK memberikan bantuan berupa sembako. Sebelumnya, organisasi tersebut juga telah memberikan dukungan untuk membantu memenuhi kebutuhan Nurhan.
Pernah Berjuang Membantu Warga
Nurhan diketahui pernah bekerja sebagai tenaga harian lepas di Kelurahan Teluk Dalam sejak 2014 hingga 2018.
Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga dan lingkungan sekitar, ketika itu Nurhan memperoleh penghasilan sekitar Rp300 ribu per bulan.
Setelah tidak lagi bekerja sebagai tenaga pembantu di kelurahan, Nurhan kemudian dipercaya menjalankan tugas sebagai Ketua RW.
Dalam menjalankan perannya, Nurhan disebut aktif membantu pendataan warga yang membutuhkan perhatian sosial, termasuk masyarakat kurang mampu dan warga dengan kondisi disabilitas.
Di sinilah kisah Nurhan menghadirkan ironi.
Di masa lalu, ia ikut membantu memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan bantuan. Namun kini, dirinya sendiri justru berada dalam kondisi yang membutuhkan kepedulian.
“Yang saya tahu, ketika masih aktif bekerja di Kelurahan Teluk Dalam, jiwa sosial Nurhan cukup tinggi. Dalam pembagian bantuan sosial dari kelurahan, dia berupaya memastikan bantuan sampai kepada warga,” tutur Fadillah.
Delapan Tahun Tak Terpantau
Sejak Nurhan tidak lagi aktif bekerja di Kelurahan Teluk Dalam pada 2018, komunikasi dengan Fadillah dan sejumlah pihak lainnya mulai berkurang.
Perjalanan waktu membuat kondisi kehidupan Nurhan tidak lagi terpantau seperti sebelumnya.
“Sampai 2018, kami tidak lagi memonitor bagaimana kehidupan beliau setelah tidak aktif di kelurahan. Ternyata ketika kami datang sekarang, kondisinya cukup memprihatinkan,” kata Fadillah.
Kondisi tersebut kemudian mendorong FKPWK untuk bergerak melalui bidang sosial organisasi.
Fadillah menyebut bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian sederhana terhadap warga yang membutuhkan.
“Intinya organisasi kita ada kegiatan sosial. Jadi kita berusaha memberikan bantuan ala kadarnya,” ujarnya.

Bukan karena Teman Sekolah
Fadillah juga menegaskan bahwa Nurhan tidak dipilih sebagai penerima bantuan hanya karena pernah menjadi teman sekolahnya.
Menurutnya, keputusan memberikan bantuan diambil setelah informasi mengenai kondisi Nurhan diverifikasi langsung di lapangan.
“Saya tidak memandang masalah teman sekolah. Kebetulan kondisi sosial masyarakatnya memang harus mendapat perhatian,” tegasnya.
Selain memberikan sembako, Fadillah juga mengupayakan telepon seluler untuk Nurhan yang disebut tidak memiliki perangkat komunikasi.
Menurut Fadillah, yang terpenting bukan nilai maupun merek telepon seluler tersebut, melainkan manfaatnya agar Nurhan dapat kembali berkomunikasi dan menjalin silaturahmi.
“Bukan masalah nilai dan mereknya. Yang penting nanti kita bisa berkomunikasi dan bersilaturahmi,” katanya.
Minta Pemerintah Perhatikan Nurhan
Fadillah berharap kondisi Nurhan mendapat perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin, khususnya instansi yang memiliki kewenangan di bidang sosial dan perumahan.
Ia mendorong adanya verifikasi dan pembaruan data mengenai kondisi Nurhan. Dengan demikian, program bantuan yang sesuai dapat dipertimbangkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, persoalan kemiskinan dan warga yang membutuhkan perhatian sosial bukan hanya terjadi di kawasan pinggiran. Di tengah kota pun masih terdapat warga yang menghadapi kesulitan hidup.
“Saya berharap kepada pemangku kebijakan ada perhatian, misalnya melalui program sosial atau yang menyangkut masyarakat di Pemerintah Daerah Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Fadillah juga menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyalahkan maupun menyudutkan pihak tertentu.
“Kapasitas saya, intinya saya tidak menyinggung orang. Saya hanya minta tolong diperhatikan,” ujarnya.
Ia berharap perhatian terhadap Nurhan tidak berhenti pada bantuan sesaat. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pendataan dan penanganan yang lebih berkelanjutan sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku.
“Di kota loh hidupnya, bukan di pinggiran. Di tengah kota ini pun masih ada orang yang membutuhkan perhatian,” pungkas Fadillah. (Yan)






