Liputan KM Virgo Transport 8 Berlangsung Intens, DPP FKPWK Soroti Kebutuhan Posko bagi Awak Media
Baiman News, Banjarmasin – Aktivitas peliputan perkembangan pencarian dan penanganan korban insiden KM Virgo Transport 8 masih terus berlangsung di kawasan Dermaga Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (22/9/2026).
Puluhan awak media dari berbagai daerah, baik lokal maupun nasional, tampak bersiaga di sekitar kawasan pelabuhan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai proses pencarian, penanganan korban, hingga perkembangan pelayanan bagi keluarga korban.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua DPP Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), Advokat H. Rachmad Fadillah, S.H. Ia mendorong agar pihak terkait menyediakan fasilitas khusus bagi awak media yang setiap hari menjalankan tugas jurnalistik di lokasi.
Menurut Rachmad, wartawan juga merupakan bagian penting dalam penanganan informasi publik karena bertugas menyampaikan perkembangan kejadian kepada masyarakat secara cepat, akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Selain para petugas dan pihak keamanan yang berkompeten, rekan-rekan media yang setiap hari berada di lokasi juga perlu diperhatikan,” ujar Rachmad Fadillah, Selasa (22/9/2026).
Rachmad menilai, intensitas peliputan di lapangan membuat sejumlah wartawan harus bertahan selama berjam-jam di kawasan pelabuhan demi menunggu informasi terbaru.
Ia menyebut jumlah awak media yang berada di lokasi dapat mencapai puluhan hingga ratusan orang pada waktu tertentu, sehingga diperlukan pengaturan fasilitas yang memadai.
“Kita melihat wartawan dari berbagai perwakilan media, baik lokal maupun nasional, yang standby di sana. Jumlahnya bisa cukup banyak, bahkan sekitar 40 sampai 200 orang pada waktu-waktu tertentu,” katanya.
Karena itu, DPP FKPWK mendorong pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, maupun pihak terkait untuk mempertimbangkan penyediaan posko, tenda, atau area khusus media.
Fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tempat berteduh, beristirahat, bekerja, sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak yang menangani proses pencarian, evakuasi, identifikasi maupun pelayanan keluarga korban.
“Yang saya dengar dan lihat, tempat istirahat rekan-rekan media belum jelas. Seharusnya bisa diberikan tempat, pos, tenda, atau area khusus untuk komunikasi dengan pihak media,” tutur Rachmad.
Menurut Rachmad, penyediaan fasilitas bagi awak media bukan dimaksudkan untuk mengganggu proses penanganan insiden.
Sebaliknya, keberadaan area khusus justru dinilai dapat membantu mengatur aktivitas peliputan agar tetap tertib dan tidak menghambat petugas yang sedang bekerja.
Ia juga menyoroti kebutuhan dasar wartawan selama berada di lapangan, seperti tempat berteduh, air minum, makanan, akses komunikasi, serta ruang untuk beristirahat.
“Mereka akhirnya dengan inisiatif masing-masing mencari tempat untuk berlindung, sementara mereka juga harus standby di lokasi karena dituntut memberikan informasi terbaru,” ujarnya.
Rachmad berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pihak pengelola kawasan pelabuhan dan instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.
“Harapan kita pemerintah provinsi juga memperhatikan mereka. Bisa disediakan pos atau tenda sebagai tempat beristirahat. Termasuk kebutuhan makan dan minum selama mereka menjalankan tugas di lapangan,” ucapnya.
Rachmad juga mengusulkan agar dukungan logistik bagi awak media dapat dikoordinasikan secara baik apabila terdapat pihak yang ingin memberikan bantuan.
Menurutnya, apabila keluarga korban maupun pihak lain memiliki kepedulian untuk menyediakan makanan dan minuman bagi pihak-pihak yang berada di lokasi, distribusinya dapat dikelola secara tertib tanpa mengganggu proses penanganan insiden.
“Misalnya ada pihak keluarga korban yang ingin mengirim makanan dan minuman, itu juga bisa dikoordinasikan dengan baik, termasuk untuk para awak media yang memang setiap hari berada di lokasi,” katanya.
Rachmad menegaskan, perkembangan insiden KM Virgo Transport 8 menjadi perhatian luas masyarakat. Karena itu, keberadaan wartawan di lapangan dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang telah diverifikasi kepada publik.
“Kita berharap semua pihak yang berkompeten dapat memberikan perhatian kepada rekan-rekan media. Mereka juga bekerja di lapangan untuk menyampaikan informasi perkembangan kejadian kepada masyarakat,” pungkasnya.
DPP FKPWK berharap penyediaan ruang kerja sementara, tempat berteduh, akses komunikasi, serta dukungan kebutuhan dasar bagi awak media dapat menjadi bagian dari koordinasi selama proses pencarian dan penanganan korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung.
Dengan fasilitas yang lebih tertata, aktivitas jurnalistik di kawasan Dermaga Trisakti diharapkan dapat berlangsung secara profesional tanpa menghambat proses pencarian, evakuasi maupun pelayanan terhadap keluarga korban. (Yan)






