Halalbihalal “Lombok Sasak Sehati, Tuan Guru Yahmad Serukan Persatuan Lewat Iman dan Budaya

0
1003157636 (1)

Baiman New, Banjarbaru – Semangat persatuan dalam bingkai keberagaman kembali digaungkan melalui kegiatan “Lömbök Sasak Sehati: Merajut Silaturahmi, Menguatkan Harmoni dalam Bingkai Iman dan Budaya Nusantara” yang digelar di Banjarbaru, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan yang dirangkai dengan halal bihalal ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Sasak Lombok di perantauan untuk mempererat tali silaturahmi, sekaligus meneguhkan nilai kebersamaan di tengah keberagaman budaya di Kalimantan Selatan.

Hadir sebagai penceramah, Tuan Guru Yahmad dari Martapura menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah serta menghargai perbedaan sebagai kekuatan bangsa. Ia menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi fondasi dalam menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis.

Ketua Panitia Pelaksana, Jayadi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diawali dengan rangkaian pertunjukan seni budaya khas Sasak Lombok, seperti gendang beleq, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah silaturahmi. Keluarga Sasak Lombok tersebar tidak hanya di Banjarbaru, tetapi juga di Tanah Bumbu dan Barito Kuala. Momentum halal bihalal ini menjadi wadah untuk mempertemukan dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini mampu menjadi motivasi bagi masyarakat Sasak Lombok yang belum tergabung agar dapat bersatu dalam wadah yang sama untuk mengembangkan potensi seni, budaya, dan kebersamaan.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Sasak Sehati, Huzaipah Hasan, SH, MH, menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan budaya Sasak kepada masyarakat luas. Selain gendang beleq, pihaknya juga berencana menampilkan berbagai kesenian tradisional lainnya di masa mendatang.

“Ini bukan hanya tentang silaturahmi, tetapi juga memperkenalkan budaya kami agar dikenal masyarakat luas. Ke depan, kami juga ingin menghadirkan kolaborasi dengan budaya lokal Kalimantan Selatan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa komunitas Sasak Sehati bersifat terbuka dan tidak hanya diperuntukkan bagi warga Sasak, tetapi juga bagi masyarakat umum yang memiliki visi persatuan dan kebersamaan.

“Kami ingin menjadi wadah yang bermanfaat, tidak hanya bagi sesama Sasak, tetapi juga masyarakat sekitar. Terutama bagi generasi muda, penting untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mulai dari pertunjukan seni hingga tausiyah keagamaan, seluruh rangkaian acara diikuti dengan penuh khidmat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai persatuan, keimanan, serta kecintaan terhadap budaya Nusantara dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi dalam merawat keberagaman sebagai kekuatan bersama. (Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page