Milad ke-2 FKPWK Jadi Momentum Apresiasi Dua Putra Banua Berprestasi

0
IMG_20260822_110354

Baikan News, Banjarmasin – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Kalimantan Selatan menggelar syukuran Milad ke-2 sekaligus silaturahmi bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, Sabtu (22/8/2026).

Mengusung tema “Tumbuh, Mandiri, Bangkit, Bersinergi”, kegiatan berlangsung di sebuah Hotel, Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 6,5, Kabupaten Banjar, mulai pukul 09.00 WITA.

Milad tersebut tidak sekadar menjadi momentum mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi panggung apresiasi bagi dua putra Banua yang dinilai telah mengharumkan nama Kalimantan Selatan melalui prestasi di bidang masing-masing.

Dua sosok yang mendapat penghargaan yakni Muhammad Abdillah, siswa kelas X SMA Negeri 12 Banjarmasin, dan Khairiadi Asa, Juara Nasional Musicpreneur Award 2025 sekaligus pencipta lagu Banjar.

Muhammad Abdillah mendapat apresiasi melalui agenda Presenting Awards atas prestasinya yang disebut mendapat perhatian dari National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Prestasi tersebut dinilai menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi, terlebih Muhammad Abdillah masih duduk di bangku kelas X. Penghargaan dari FKPWK diharapkan dapat menjadi penyemangat agar ia terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Sementara Khairiadi Asa diapresiasi atas kiprahnya di bidang musik. Sebagai Juara Nasional Musicpreneur Award 2025 dan pencipta lagu Banjar, karya-karyanya dinilai ikut membuka ruang bagi budaya Banjar untuk terus berkembang dan dikenal lebih luas melalui industri musik.

Ketua Umum DPP FKPWK Kalsel, H. Rachmad Fadhillah, S.H., mengatakan Milad ke-2 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi agar semakin aktif hadir di tengah masyarakat.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung dan membantu kegiatan FKPWK, termasuk rekan-rekan media yang turut mempublikasikan berbagai kegiatan organisasi.

“Ke depan kita berharap semakin aktif, jangan lupa terus membantu masyarakat dan selalu hadir dalam berbagai kegiatan,” ujarnya.

Menurut Rachmad, FKPWK ke depan juga akan memperkuat program yang berkaitan dengan sosial, hukum hingga kebudayaan. Pemberian penghargaan kepada putra-putri Banua berprestasi juga akan terus menjadi perhatian organisasi.

“Kita sebagai organisasi juga tidak salahnya memberikan apresiasi kepada orang Banua yang sudah berprestasi. Tentu tidak mudah mendapatkan penghargaan seperti itu,” katanya.

Pembina FKPWK Kalsel, Junaidi, menambahkan, pemberian penghargaan merupakan bentuk perhatian sekaligus dorongan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki prestasi.

Ia berharap pemerintah daerah juga dapat mengambil peran lebih besar dalam memberikan ruang dan penghargaan kepada warga Banua yang berprestasi.

“Penghargaan itu bukan hanya soal bentuk penghargaan, tetapi bagaimana kita menunjukkan bahwa prestasi mereka diperhatikan dan dihargai,” ujarnya.

Sementara itu, Murjani menilai apresiasi terhadap Muhammad Abdillah menjadi salah satu bagian strategis dalam Milad ke-2 FKPWK.

Menurutnya, Abdillah merupakan salah satu generasi muda yang memiliki potensi besar, terlebih prestasinya telah mendapat perhatian dari NASA.

“Kita undang supaya dia hadir bersama guru pembimbingnya. Mudah-mudahan apresiasi penghargaan yang diberikan FKPWK ini membuat dia terus berprestasi,” katanya.

Ketua Harian / Ketua Dewan Penasihat di FKPWK Kalsel, Murjani juga berharap pemerintah daerah lebih peduli terhadap anak-anak berprestasi di Banua dan memberikan dukungan agar semakin banyak generasi muda yang mampu mengukir prestasi.

Selain memberikan penghargaan, momentum Milad ke-2 FKPWK juga dimanfaatkan untuk menyuarakan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, termasuk persoalan kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah terjadi di Kalimantan Selatan.

Murjani berharap pemerintah daerah serius menangani persoalan kabut asap karena dampaknya tidak hanya terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga pendidikan, transportasi dan perekonomian.

Ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait, termasuk mempertimbangkan kondisi kesehatan anak-anak sekolah ketika kualitas udara memburuk.

FKPWK juga menyatakan kesiapan untuk ikut berkontribusi membantu masyarakat, salah satunya melalui kegiatan sosial seperti pembagian masker kepada masyarakat.

Selain persoalan kabut asap, perhatian juga diarahkan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran. FKPWK berharap pemerintah memberikan pendampingan dan bantuan sosial bagi warga yang kehilangan rumah, lahan maupun sumber mata pencaharian akibat kebakaran.

Rangkaian Milad ke-2 FKPWK diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum DPP FKPWK, pemaparan perjalanan dua tahun organisasi, pemotongan tumpeng, pemberian penghargaan dan foto bersama.

Suasana semakin semarak dengan penampilan hiburan musik akustik Tomy Fals, Alisa Rahmi serta Komunitas Wanita Cerdas Berdaya (WCB).

Kegiatan turut dihadiri Agus Suprapto, S.Pd., M.Med.Kom., Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Selatan.

Acara kemudian ditutup dengan pembagian door prize bagi para undangan.

Memasuki tahun ketiga, FKPWK menegaskan komitmennya untuk semakin solid, aktif dan bermanfaat bagi masyarakat. Semangat “Jumbuh, Mandiri, Bangkit, Bersinergi” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dalam bidang sosial, hukum, budaya dan pemberdayaan masyarakat Banua. (Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page