DPP Gerdayak Kalsel Hadiri HUT ke-16 GERDAYAK Indonesia, Rachmadi Engot: Filosofi Huma Betang Jadi Perekat Persatuan

0
IMG-20260606-WA0028

Baiman News, Palangka Raya  – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pemuda Dayak (GERDAYAK) Kalimantan Selatan turut ambil bagian dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 GERDAYAK Indonesia yang digelar di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ketua DPP Gerdayak Kalsel Achmad Murjani, SE dan Ketua Harian Drs. Rachmadi Engot bersama jajaran pengurus menghadiri berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan hari jadi organisasi tersebut.

Perayaan HUT GERDAYAK Indonesia tahun ini mengusung tema kebersamaan, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menjaga nilai-nilai budaya, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Sanaman Lampang, Palangka Raya, pada Kamis (28/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan dan keutuhan bangsa.

Setelah ziarah, pengurus dan anggota GERDAYAK Indonesia melaksanakan kegiatan sosial melalui anjangsana ke sejumlah panti asuhan di Kota Palangka Raya, di antaranya Panti Asuhan Budi Mulia dan Panti Asuhan Kristen yang berada di kawasan belakang Gereja Maranatha.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan serta memberikan motivasi dan dukungan moril kepada anak-anak panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab organisasi terhadap masyarakat.

Selanjutnya, GERDAYAK Indonesia menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Jumat (5/6/2026). Forum tersebut menjadi wadah evaluasi program kerja sekaligus penyusunan strategi organisasi ke depan guna memperkuat kontribusi GERDAYAK dalam pembangunan daerah dan nasional.

Puncak perayaan HUT ke-16 GERDAYAK Indonesia digelar di Ballroom Hotel Bahalap, Palangka Raya. Acara tersebut dihadiri pengurus organisasi dari berbagai daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Ketua DPP Gerdayak Kalsel H Achmad Murjani, SE, menegaskan FILOSOFI Huma (huma yang artinya rumah dalam bahasa Dayak Ngaju) Betang adalah mengedepankan musyawarah mufakat, kesetaraan, kejujuran dan kesetiaan. Hingga kini filosofi itu masih menjadi pedoman dan diteladani oleh masyarakat yang hidup di Provinsi Kalteng. Bahkan untuk penyelesaian konflik etnis antara Suku Dayak dan Madura di Kalteng pada 2001, pendekatan falsafah Huma Betang ini dikedepankan sehingga pada akhirnya warga Suku Dayak bisa menerima kembali Suku Madura yang terusir saat konflik terjadi. Hal itu seperti dikatakan oleh Sabran Achmad, Ketua Kongres Penyelesaian Konflik Dayak Madura Tahun 2001.

Senada Ketua Harian DPD Gerdayak Kalimantan Selatan, Drs. Rachmadi Engot, mengatakan GERDAYAK terus menjadikan filosofi Huma Betang sebagai pedoman utama dalam menjalankan organisasi.

“Falsafah Huma Betang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan musyawarah mufakat. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi GERDAYAK dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan,” ujarnya.

Menurut Rachmadi, peringatan HUT ke-16 GERDAYAK Indonesia bukan hanya menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum memperkuat semangat persatuan serta pelestarian budaya Dayak di tengah perkembangan zaman.

Ia berharap peringatan hari jadi GERDAYAK dapat semakin mempererat hubungan antar elemen masyarakat serta meningkatkan sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, dan masyarakat dalam membangun Kalimantan Tengah maupun Kalimantan secara umum yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.

“Semoga momentum HUT GERDAYAK Indonesia ini mampu memperkuat nilai-nilai budaya, menjaga persatuan, dan meningkatkan kolaborasi seluruh pihak untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Dikutip dari media tabengan, Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-16 GERDAYAK Indonesia, Eddy Karusman, menegaskan bahwa jadwal puncak perayaan telah dikembalikan ke jadwal semula setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis pelaksanaan.

“Pelaksanaan Perayaan HUT Gerdayak Indonesia ke-16 Tahun 2026 tetap dijadwalkan pukul 10.00 WIB dan tidak mengalami perubahan lagi dengan tempat yang sama,” katanya.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan optimal. Memasuki usia ke-16 tahun, GERDAYAK Indonesia diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai budaya, persatuan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian kearifan lokal Dayak di Indonesia.

Momentum peringatan HUT ke-16 ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang GERDAYAK Indonesia dalam menjaga identitas budaya Dayak, memperkuat persaudaraan lintas daerah, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui semangat kebersamaan yang diwariskan dalam filosofi Huma Betang. (Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page