Karhutla Kalsel Belum Reda, OMC Kembali Mengudara: 1 Ton Garam Ditabur ke Langit Utara Kejar Hujan

0
Screenshot_2026-09-05-19-58-39-099_com.google.android.apps.photos~2

Baiman News, Banjarbaru – Harapan turunnya hujan kembali diupayakan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Lanud Sjamsudin Noor kembali mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalsel.

Setelah sempat terhenti lebih dari satu bulan, OMC kembali dilaksanakan pada Sabtu (5/9/2026) sore. Sebuah pesawat PK-SNK diberangkatkan dari Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, dengan membawa sekitar 1 ton garam halus atau Natrium Klorida (NaCl) sebagai bahan semai.

Pesawat tersebut diterbangkan menuju wilayah utara Kalimantan Selatan untuk melakukan penyemaian pada awan yang dinilai memiliki potensi menghasilkan hujan.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi menghadapi ancaman karhutla dan dampak kekeringan yang terjadi di Kalsel.

Melalui OMC, bahan semai ditaburkan ke awan potensial dengan harapan proses pertumbuhan awan dan terjadinya hujan dapat dioptimalkan.

OMC Kembali Setelah Terhenti Lebih dari Sebulan

Tenaga Ahli Pendukung Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat, mengatakan OMC kali ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, yakni 5–8 September 2026.

Herman menjelaskan, OMC sebelumnya telah dilaksanakan pada 15–21 Juli 2026. Namun, operasi tersebut sempat dihentikan karena tidak ditemukan kondisi awan yang cukup mendukung untuk dilakukan penyemaian.

Setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi bersama BMKG pusat, UPT Klimatologi Wilayah, serta unsur terkait di tingkat provinsi, kondisi awan di Kalsel kini dinilai memungkinkan untuk kembali dilakukan OMC.

“Alhamdulillah pada hari ini, atas evaluasi, penilaian, dan koordinasi antar-rekan-rekan, baik dari BMKG pusat, UPT Klimatologi Wilayah, dan wilayah Provinsi sendiri, itu sudah mengevaluasi kondisi awan yang ada di wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Herman di Banjarbaru, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, keberangkatan pesawat pada Sabtu sore dilakukan setelah tim memastikan kondisi atmosfer dan awan mendukung pelaksanaan operasi.

“Dan tadi kita sama-sama melihat sudah berangkat atau memungkinkan untuk bisa dilaksanakan OMC,” katanya.

Satu Ton Garam Disemai ke Awan Potensial

Flight Scientist Coordinator PT Milan selaku operator OMC di Kalsel, Abdul Arsyad, mengatakan pesawat pada penerbangan perdana diarahkan menuju wilayah utara Kalsel.

Pesawat membawa sekitar satu ton garam halus yang digunakan sebagai bahan semai.

Abdul menegaskan pelaksanaan OMC sangat bergantung pada hasil pemantauan dan prediksi BMKG, khususnya mengenai keberadaan awan yang memiliki potensi untuk menghasilkan hujan.

“Untuk pertumbuhan awan itu berdasarkan prediksi BMKG, itu dominan di siang hari hingga sore hari, namun tidak menutup kemungkinan juga di pagi hari,” ujarnya.

Menurut Abdul, OMC bukan bertujuan menciptakan awan dari kondisi langit yang benar-benar cerah. Operasi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan sekaligus mempercepat terjadinya hujan dari awan yang sudah tersedia.

Karena itu, waktu dan lokasi penyemaian akan menyesuaikan kondisi awan serta perkembangan cuaca di lapangan.

Diharapkan Bantu Tekan Karhutla

Kembali digelarnya OMC menjadi salah satu upaya pemerintah menghadapi kondisi kering yang meningkatkan risiko karhutla di Kalsel.

Tambahan curah hujan diharapkan dapat membantu membasahi lahan yang kering, menekan potensi meluasnya kebakaran, sekaligus mengurangi dampak kabut asap.

Namun, pelaksanaan OMC tetap bergantung pada keberadaan awan potensial. Tim akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi berdasarkan data cuaca untuk menentukan waktu serta wilayah penyemaian berikutnya.

OMC dijadwalkan berlangsung hingga 8 September 2026 dengan menyesuaikan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan potensial di wilayah Kalimantan Selatan. (Yan)

 

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page