Hayau Berait Bersama Grup Dukung Pelestarian Budaya Banjar dan Kreativitas Generasi Muda

0
IMG_20260822_215444

Baiman News, Banjarmasin– Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tengah masyarakat diwarnai dengan kegiatan seni dan budaya. Persatuan Pemuda Rakat Mufakat Badingsanakan menggelar pertunjukan Wayang Kulit Banjar Sastra Wijaya Kandangan, Sabtu (22/8/2026) malam.

Pertunjukan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA itu berlangsung di Jalan Simpang 4 Penggalaman RT 09 RW 02, Kecamatan Kertak Hanyar, Kompleks Zahra Green 2 Tahap II.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan rakyat dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan kesenian tradisional Banjar sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Ketua Persatuan Pemuda Rakat Mufakat Badingsanakan, M. Ilmi, mengatakan pagelaran wayang kulit digelar untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, khususnya warga di sekitar Penggalaman dan Pasar Kamis.

“Dengan adanya pagelaran wayang kulit ini, mudah-mudahan kita bisa memperkuat dan menjalin tali silaturahmi. Kita saling merangkul sekaligus menghidupkan budaya,” ujar M. Ilmi.

Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat turut hadir, di antaranya pihak kepolisian, kepala desa sekitar serta unsur kecamatan.

M. Ilmi memperkirakan jumlah masyarakat yang hadir mencapai sekitar 500 orang. Pertunjukan juga direncanakan berlangsung selama satu malam suntuk.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga menjadi salah satu agenda masyarakat dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan sekaligus menjaga keberadaan seni budaya daerah.

“Kalau bisa, kegiatan seperti ini setiap tahun kita adakan,” katanya.

Rakat Mufakat Jadi Wadah Kebersamaan

M. Ilmi menjelaskan, nama Rakat Mufakat Badingsanakan memiliki makna semangat merangkul dan membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, organisasi tersebut terbuka bagi siapa saja tanpa membedakan suku maupun latar belakang.

“Apapun sukunya, siapapun dia, itu adalah saudara kita,” tegasnya.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak melupakan budaya daerah yang telah diwariskan para pendahulu.

“Budaya ini jangan sampai punah, jangan sampai hilang. Harus terus dilestarikan,” pesannya.

Dorong Pelestarian Seni Budaya Kalsel

Pembina Persatuan Pemuda Rakat Mufakat Badingsanakan, Burhanuddin atau Abang Ibuy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 RI melalui kegiatan yang mengangkat kebudayaan lokal.

Ia berharap kegiatan budaya seperti pertunjukan wayang kulit dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan pada masa mendatang.

“Ini salah satu bentuk partisipasi dalam kegiatan HUT RI ke-81. Mudah-mudahan ke depannya kegiatan ini terus bisa kita lanjutkan dengan mengangkat kebudayaan yang ada,” ujarnya.

Burhanuddin menambahkan, organisasi tersebut saat ini beranggotakan sekitar delapan hingga sepuluh orang dan terus membuka ruang bagi masyarakat yang ingin bergabung.

Menurutnya, salah satu tujuan utama organisasi adalah membangun solidaritas dan persahabatan di tengah masyarakat.

“Siapapun sukunya tidak akan menjadi hambatan untuk masuk dalam organisasi kita,” katanya.

Ia menilai kreativitas dalam berorganisasi perlu diarahkan pada kegiatan positif, termasuk mengembangkan kesenian dan kebudayaan yang ada di Kalimantan Selatan.

Dukungan untuk Kegiatan Positif

Sementara itu, Muhammad Nanda, ST., MT, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai masyarakat perlu memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang mengangkat adat dan budaya daerah.

Menurutnya, seni budaya tradisional merupakan warisan berharga yang harus dijaga agar tetap dikenal generasi penerus.

“Jangan lupakan budaya kita yang dulu, karena itu adalah peninggalan para pahlawan kita,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti pagelaran wayang kulit tidak berhenti pada momentum HUT Kemerdekaan tahun ini, tetapi dapat terus digelar dan dikembangkan.

Direktur Utama PT Hayau Berait Bersama ( Hayau Berait Bersama Grup)  Indonesia Muhammadi Nanda ST., MT., juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan masyarakat. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya, dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terus berkarya.

Pagelaran Wayang Kulit Banjar Sastra Wijaya Kandangan akhirnya menjadi lebih dari sekadar tontonan. Di tengah kemeriahan HUT ke-81 RI, kegiatan tersebut menjadi ruang berkumpul masyarakat, memperkuat persaudaraan, sekaligus mengingatkan generasi muda bahwa budaya lokal merupakan identitas yang harus dijaga.

Semangat kemerdekaan pun terasa semakin bermakna ketika diwujudkan melalui kebersamaan, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap warisan leluhur Banua. (Yan)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page